Proses perbaikan akses Jalan Bobolio – Lawey, Kabupaten Konawe Kepulauan oleh PT GKP

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) membantu perbaikan jalan rusak yang berada di poros akses Bobolio – Lawey, Kecamatan Wawonii Selatan dan Kecamatan Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT GKP, Aldo mengatakan, jalan tersebut didominasi oleh jenis tanah liat, sehingga ketika diguyur curah hujan yang tinggi menyebabkan masyarakat yang menuju ke arah Tenggara Roko-Roko Raya atau Mosolo Raya begitu pun arah sebaliknya yaitu menuju Langara, Ibu Kota Kabupaten Konawe Kepulauan, menjadi terhambat.

“Curah hujan sangat tinggi, kondisi kontur tanah yang lembek dengan jenis tanah liat, menyebabkan kendaraan sangat kesulitan untuk melintasi jalur tersebut,” ujarnya, Rabu (29/6/2022).

Untuk itu, perusahaan melalui divisi CSR tergerak untuk membantu perbaikan jalan, sehingga aktivitas transportasi darat bisa kembali lancar. Kegiatan perbaikan dilakukan selama tiga hari yakni sejak tanggal 18 sampai tanggal 20 Juni 2022.

Proses perbaikan juga melibatkan kontraktor Tunas Muda Pertiwi (TMP/Parama Group), dengan menurunkan alat berat ekskavator dan grader. Kegiatan ini juga dibantu oleh masyarakat sekitar, baik dari Lawey maupun Bobolio.

Aldo mengatakan, wilayah Konawe Kepulauan, selama bulan Mei sampai Agustus, atau masyarakat setempat menyebut sebagai musim timur, curah hujan cukup tinggi dan seringkali akses jalan juga terganggu, banyak sungai meluap bahkan sampai melewati jembatan, sehingga akses jalan terputus.

“Melihat kondisi tersebut,PT GKP melalui divisi CSR selalu sigap membantu masyarakat, baik melalui program-program yang sudah direncanakan atau pada kejadian-kejadian insidental seperti hujan dan banjir,”

Perbaikan akses Jalan Bobolio – Lawey, Kabupaten Konawe Kepulauan oleh PT GKP

Salah seorang masyarakat di Lawey, Midar, juga mengapresiasi tindakan PT GKP yang dengan cekatan membantu masyarakat yang melalui jalan tersebut.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata PT GKP, sigap membantu sehingga akses masyarakat bisa kembali normal,” tuturnya.

Sumber: Kendariinfo
Perwakilan Inspektur Tambang saat menghadiri RDP di DPRD Sultra tentang PT GKP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perusahaan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) untuk membahas persoalan yang terjadi di Desa Sukarela Jaya, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Pada RDP itu, juga hadir Wakil Bupati Konkep, Muhammad Andi Lutfi Hasan, Kepala Bappeda Konkep Safiuddin Alibas, perwakilan Dinas ESDM dan Inspektur Tambang.

Satu persatu pihak memaparkan terkait legalitas dokumen dan perizinan yang dimiliki oleh PT GKP. Pemaparan pertama disampaikan oleh perwakilan Dinas ESDM Sultra yang menjelaskan bahwa PT GKP telah memiliki RKAB secara resmi sejak 17 Februari 2022.

Penyampaian selanjutnya oleh perwakilan Inspektur Tambang, juga menyebut tidak ada persoalan terkait masalah perizinan yang dimiliki oleh PT GKP.

“Untuk RKABnya mereka sudah memiliki secara resmi sejak 17 Februari 2022. Selain itu, terkait teknis untuk semua perizinannya mereka legal dan diizinkan untuk melakukan pertambangan,” kata Perwakilan Inspektur Tambang, Desi saat RDP di DPRD Sultra, Selasa (8/3/2022).

Desi menyebutkan, terkait izin PT GKP tidak ada permasalahan. Bahkan, mulai dari izin lingkungan, koridor dan lain-lainnya semua telah lengkap berdasarkan dari hasil pemeriksaan kami.

“Semua sudah ada, mulai dari izin Tersus, IPPKH dan seluruh yang berkaitan dengan teknis dan telah clear,” jelasnya.

Sementara itu,  Ketua Komisi III Suwandi Andi juga menyimpulkan hasil RDP dan memberikan catatan terkait investasi pertambangan yang dijalankan oleh PT GKP.

“Legalitas PT GKP tidak ada yang bermasalah dan lengkap. Bila dipersilahkan PT GKP beroperasi, dengan catatan tidak ada masyarakat yang tersakiti atau dirugikan,” ucapnya.

Sumber: Metro Kendari
Pelatihan peningkatan produk UMKM Binaan PT GKP di Kabupaten Konawe Kepulauan

PT. Gema Kreasi Perdana melalui kelompok binaan CSR UMKM Samaturu dan Mohawi ikut dalam pelaksanaan Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Pelaku Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan dilaksanakan  pada tanggal 23-24 Juni 2022,di Balai Desa Langkowala Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kegiatan yang diikuti seluruh Pelaku Industri Rumah Tangga (P-RTP) se-Kabupaten Konawe Kepulauan ini bermaksud sebagai upaya peningkatan mutu dan kualitas produk industri rumah tangga juga salah satu syarat untuk mendapatkan ijin edar produk PIRT.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan H. Sastro, SE. Dia berharap, melalui kegiatan pelatihan ini, produk UMKM Kabupaten Konawe Kepulauan, bisa membuat produk yang aman, dan menarik bagi konsumen.

“Sebagai upaya peningkatan ekonomi UMKM, maka kita perlu meningkatkan mutu dan kualitas produk UMKM supaya terlihat menarik dan aman bagi masyarakat,” kata Hastri saat memberi sambutan membuka acara Pelatihan, Jumat, (24/6/2022).

Turut hadir dan ikut mengisi materi dalam pelatihan tersebut Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. Drs. Yoseph Nahak Klau,Apt.,M. Kes.

Yoseph mengatakan, untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk pangan, perlu diperhatikan agar masyarakat sebagai konsumen aman.

“Tujuan dari pelatihan ini supaya para peserta tahu bagaimana cara melakukan pengolahan pangan sesuai standar yg baik dan benar,” tuturnya saat memberikan materi kepada peserta pelatihan.

Peserta diajarkan pengetahuan terkait keamanan pangan olahan, bahan tambahan pangan yang aman, cara pengemasan produk, dan perijinan produk UMKM.

Ikut mendampingi kelompok UMKM binaan PT. GKP Hindris Jawananda staf CSR mengatakan, kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan ekonomi pelaku UMKM.

“(Kegiatan) ini sangat membantu dan berguna bagi UMKM dalam syarat mendapatkan ijin edar untuk Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), supaya pemasaran produk bisa lebih luas dipasarkan dengan kualitas yang baik, dan dapat meningkatkan ekonomi pelaku usaha UMKM,” ucapnya.

Para peserta menampilkan masing-masing produk UMKM dengan kemasan yang bervariasi dan menarik, sambil di evaluasi oleh BPOM untuk label pangan sesuai aturan dan standar yang sudah ditentukan.

Salah satu peserta dari kelompok UMKM Samaturu produk kacang mete binaan PT. GKP, Ibu Ma’nawia sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih bisa ikut pelatihan keamanan pangan, karena banyak ilmu yang bisa kita terapkan dalam usaha,” ungkap dia.

Sumber: Radar Sultra
Rekonsiliasi damai PT Gema Kreasi Perdana dengan warga Roko-Roko Raya Pulau Wawonii

Perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menggelar rekonsiliasi damai bersama ratusan warga Roko-Roko Raya Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) di salah satu hotel di Kendari pada Rabu, 13 April 2022.

Rekonsiliasi damai ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT GKP dan warga lingkar tambang.

Hadir menyaksikan rekonsiliasi damai yakni Bupati Konkep Amrullah, Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi, Ketua DPRD Konkep Ishak, Direktur PT GKP Bambang serta stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur PT GKP, Bambang mengatakan, agenda rekonsiliasi damai bersama warga lingkar tambang ini, tidak terlepas peran pemerintah daerah (Pemda) Konkep hingga terlaksana dengan sukses.

Tentu yang lebih membahagiakan lagi, terlaksananya kegiatan ini atas dasar inisiatif dan antusias warga lingkar tambang guna melakukan islah atau perdamaian.

“Kita ingin semuanya baik-baik, pak Wakil Bupati turun ke lapangan bagaimana memediasi dan mengkomunikasikan dan juga support pak Bupati tentunya dan pada akhirnya kita semua berkumpul. Insya Allah semua ini akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, kehadiran PT GKP bukan untuk menyengsarakan masyarakat, melainkan membawa kemaslahatan dan manfaat positif untuk masyarakat tentunya.

Bambang meminta kepada seluruh pihak agar mendukung investasi yang dibawa di Pulau Wawonii. Pihaknya hanya ingin melaksanakan aktivitas dengan damai, aman dan tentram.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat sekitarnya dengan apa yang kami kerjakan dengan niat yang tulus,” katanya.

Soal polemik kehadiran PT GKP, kata Bambang itu biasa terjadi dan bagian dari dinamika.

Dia memaknai tidak ada gading yang tak retak, tidak ada pula manusia yang sempurna.

Melalui kesempatan ini, mewakili PT GKP ia memohon maaf sebesar-besarnya jika kehadiran mereka sempat membuat tali persaudaraan masyarakat terpecah.

Dengan demikian melalui konsiliasi damai ini menjadi langkah awal perdamaian antara PT GKP dan masyarakat lingkar tambang.

“Mudah-mudahan melalui forum ini semua kita saling meyayangi, berjalan beriringan guna mencapai satu tujuan. Semoga ke depan hubungan emosional kita makin baik. Ketika kami salah maka tegurlah kami dengan cara yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan perdamaian ini, PT GKP dapat membawah Kabupaten Konkep menjadi daerah yang sejahtera dan bisa sejajar dengan daerah lainnya.

Sementara itu, Bupati Konkep, Amrullah mengapresiasi upaya PT GKP dalam melakukan rekonsiliasi kepada warga Roko-Roko Raya, yang selama ini ada riak-riak.

“Riak-riak ini sebenarnya tidak begitu signifikan, sehingga upaya PT GKP ini benar-benar saya apresiasi,” beber Amrullah.

Untuk itu, ia berharap kedepannya tujuan perdamaian ini membawa dampak positif dan tali silaturahmi antar masyarakat dan PT GKP terus berjalan dengan baik.

Tentunya capaian ini, bagi Bupati Konkep sesuatu yang dianggap sebagai modal awal pemerintah melakukan pendekatan pembangunan di tengah masyarakat.

Yang menjadi fokusnya, kini bagaimana mengawal secara bersama proses investasi PT GKP di Pulau Wawonii, sehingga benar-benar membawa dampak besar untuk kemaslahatan masyarakat.

“Mari kawal investasi PT GKP demi mewujudkan kabupaten sejahtera dan mandiri, yang tidak selalunya berharap dengan asupan dari pemerintah pusat,” tukasnya.

Sumber: Tenggara News
Penanaman pohon oleh GM Operasional dan Head of Site PT GKP

Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sudah menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan melakukan penanaman pohon di seputar ibukota Langara. Hal serupa juga dilakukan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yakni PT. Gema Kreasi Perdana (GKP). Ragam kegiatan dilakukan Manajemen GKP sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan hidup. GKP menyadari bergerak di bidang pertambangan bukan berarti mengabaikan lingkungan, justru memanfaatkan lingkungan sebagai sumber penghidupan yang dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Olehnya, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diperingati tiap tahun sebagai pengingat bahwa ada kepentingan yang terus dijaga, yakni kepentingan perusahaan, juga kepentingan masyarakat. GKP perusahaan swasta yang berkomitmen kuat memberikan kontribusi besar kepada negara serta menjaga lingkungan sekitar tambang.

“Lingkungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan usaha pertambangan. Tidak hanya persoalan lingkungan di wilayah tambang tetapi juga urusan lingkungan di sekitar tambang,” Head of Site, Basri Kambatu saat memberi sambutan.

Kegiatan peringatan itu dimulai dengan aksi bersih-bersih lingkar tambang, penanaman pohon di lingkar tambang, sekolah dan penanaman pohon di desa sekitar. Selain itu pihak GKP juga membagikan ting sampah di sekolah dasar serta memberikan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Pengelolaan lingkungan di wilayah Tambang, tambah Basri, dimulai sebelum kegiatan pertambangan dilaksanakan, saat kegiatan, maupun pasca tambang. Komitmen ini diperlihatkan dengan dana jaminan reklamasi yang disetor di awal, sebelum kegiatan pertambangan dilaksanakan.

Peringatan itu berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 19-21 Juni 2022. Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Site PT Gema Kreasi Perdana, GM Operasional Saman Tedja, Head of Site Basri Kambatu dan Kepala Teknik Tambang Aep Haeruddin.

Kegiatan diawali di kantor dan tempat tinggal karyawan, pada 17 Juni 2022,berupa bersih -bersih sampah di seluruh area tempat tinggal karyawan,pantai dan jetty. Selain karyawan GKP kontraktor dan masyarakat sekitar juga ikut terlibat dalam kegiatan ini.

GKP memiliki komitmen yang kuat terhadap aspek lingkungan. Manajemen baik di Jakarta maupun di site, akan selalu mendukung kegiatan yang bertalian dengan membangun kesadaran lingkungan di masyarakat, ” tambah Aep Haeruddin, Kepala Teknik Tambang.

Selanjutnya, perayaan Hari Lingkungan Hidup itu dilakukan di SDN 04 Wawonii Tenggara yang berlokasi di Desa Dompo-Dompo. Kegiatan berupa penyuluhan tentang kesadaran tentang sampah dan bahaya bagi lingkungan, pemilihan dan pengelompokkan sampah dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini melibatkan murid dan guru di lingkungan sekolah.

Perwakilan PT GKP, camat, dan guru di SDN 4 Wawonii Tenggara
Penyuluhan dampak, pemilihan, dan pengelompokkan sampah di SDN 4 Wawonii Tenggara

“Masalah lingkungan adalah masalah kita bersama. Kegiatan ini sangat positif, baik bagi siswa maupun bagi masyarakat,” kata Irsyan, Guru SMPN 04 Wawonii Tenggara, mewakili Kepala Sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap, kegiatan melahirkan kesadaran sejak dini bagi para siswa untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, ” Demikian disampaikan Camat Wawonii Tenggara yang diwakili Sekretaris Camat, Hadrawing.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 04 Wawonii Tenggara, Riska Wardani. Menurut dia, kegiatan ini sangat positif bagi para siswa dan ia berharap, bisa terus bersinergi untuk kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang.

Selain kegiatan penyuluhan dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Pada kegiatan yang sama perusahaan juga menyerahkan tempat sampah untuk ditempatkan di sekolah.

Kegiatan selanjutnya pada 21 Juni 2022,dilaksanakan di SMPN 04 Wawonii Tenggara di Desa Sainoa Indah. Setelah kegiatan penyuluhan dilanjutkan bersih-bersih pantai dengan melibatkan siswa, guru dan masyarakat Nambo Raya dan penanaman pohon di sekitar pantai Sainoa Indah.

Sumber: Karya Sultra
Tokoh masyarakat Roko-Roko Raya, Kabupaten Konkep, Abaruddin

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) baru saja menggelar rekonsiliasi damai bersama warga lingkar tambang Roko-Roko Raya, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) pada tanggal 13 April 2022.

Salah satu tokoh masyarakat Roko-Roko Raya, Abaruddin mengatakan menyambut baik upaya rekonsiliasi damai dengan warga yang berada di wilayah konsesi tambang PT GKP.

“Baiknya juga, pemerintah langsung turun ke lokasi menyampaikan ke warga mengenai duduk persoalan antar PT GKP dengan warga,” ujar dia.

Lebih lanjut, pria berkumis tebal ini bilang bahwa dirinya tidak menapikan jika PT GKP telah membawa dampak positif terhadap kepentingan masyarakat.

Sejak kedatangannya tiga tahun lalu, keberadaan PT GKP di Kabupaten Konkep khususnya di sekitaran wilayah Roko-Roko Raya, masyarakat sudah merasakan dampaknya.

Mulai dari lapangan pekerjaan di mana warga disana direkrut untuk bekerja di perusahaan, bantuan baik sembako maupun bantuan menyangkut kepentingan masyarakat.

“Mereka (PT GKP) sudah melakukan yang terbaik, hanya memang masih ada masyarakat yang tidak sepaham,” katanya.

Menyangkut sikap masyarakat yang sempat menolak kehadiran perusahaan anak Harita Group itu, saat ini kata Abaruddin masyarakat mulai memahami secara menyeluruh.

Namun penting saat ini, tambah dia, peran penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konkep dalam mengkonsolidasikan agar persatuan masyarakat kembali seperti semula.

Sehingga tidak ada lagi pengkotak-kotakan, antara yang mendukung dan menolak keberadaan perusahaan tambang nikel di Pulau Wawonii.

Prinsipnya, Abaruddin bilang masyarakat sedianya begitu mendukung dengan adanya investasi di daerahnya, asal kepentingan masyarakat tak diabaikan.

“Kami dari masyarakat mendorong penuh agar perusahaan segera beroperasi secepatnya,” tukasnya.

Sumber: DetikSultra
Pameran HPN

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi membuka pameran potensi dan produk unggulan, serta pameran pers yang digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di alun-alun Kota Kendari, Minggu (6/2/2022) malam.

Acara tersebut diawali dengan pengguntingan pita di gerbang ketika Gubernur Sultra bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atas S Depari tiba di lokasi pameran.

Ketua PWI Pusat Atal S Depari mengaku surprise dan kagum dengan pembukaan pameran yang digelar di Sultra. Hal itu karena panggungnya cukup megah ditambah dengan tarian yang luar biasa, sehingga layak ditampilkan di even besar sekelas Asian Games.

Dia juga mengaku, Sultra memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti pertambangan Nikel dan Aspal, sehingga layak tema HPN tahun ini Sultra Jaya Indonesia Maju.

Ketua PWI menambahkan, HPN 2022 di Sultra merupakan yang terbesar dengan kegiatan terbanyak, sekira 20 kegiatan diselenggarakan panitia.

“HPN di Sultra dengan kegiatan paling banyak ada 20 lebih, luar biasa, semua orang mau bikin even di sini sehingga saya hentikan,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Sultra Ali Mazi meminta agar pameran ini dimanfaatkan secara maksimal, karena bisa meningkatkan daya saing daerah, mengembangkan komoditi lokal dan peluang investasi di berbagai sektor, seperti pertambangan, pariwisata dan sektor jasa lainnya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sulawesi Tenggara mencapai realisasi investasi sebesar Rp 21,29 triliun pada 2021 dengan besaran investasi yang masuk ke daerah telah mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” kata Gubernur.

Selain pameran HPN ini, juga disediakan panggung sebagai sarana hiburan dan pertunjukan seni daerah dan bangsa di tengah pandemi yang masih melanda. Karena masih dalam pandemi gubernur berpesan agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk diketahui, pameran ini diikuti sebanyak 76 stand yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kabupaten/kota, BUMN, UMKM, Perusahaan Pers. Pameran ini akan berlangsung tanggal 6-9 Februari 2022.

Sumber: Tegas.co

Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) digoyang gempa, Kamis (31/12/2021). Kejadian lindu berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita.

Data BMKG Kendari menyebutkan, kekuatan gempa tektonik mengguncang Pulau Wawonii itu mencapai 3,9 Skala Richter.

Masih dari data BMKG, lokasi gempa berada pada 3,70 Lintang Selatan, 123,11 bujur Timur atau 38,5 km Timur Laut Wawonii Barat Kab Konawe Kepulauan dengan kedalaman 102 km.

“Mohon info jika merasakan gempa tersebut. Terima kasih,” tulis BMKG Kendari dalam kanal resminya.

 

Sumber: Lajur.co

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar kegiatan padat karya. Pengerjaan pembukaan akses jalan menuju Menara Suar Tanjung Pemali di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas III Kendari, Abdul Kasim mengatakan padat karya tersebut diikuti oleh 40 warga sekitar dan berlangsung selama 10 hari.

“Padat karya berlangsung selama 10 hari dengan upah Rp120 ribu per orang per hari,” kata Abdul Kasim dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa 12 oktober 2021.

Abdul Kasim mengungkapkan, akses jalan di Pulau Wawonii yang terletak di Kabupaten Konawe Kepulauan tersebut masih terisolir dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan sehingga para penjaga Menara Suar dan warga sekitar harus berjalan kaki saat membawa logistik.

Ia menjelaskan, kegiatan padat karya itu meliputi pembuatan jalan setapak yang berjarak 120 meter dan pembersihan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghadirkan negara ke tengah-tengah masyarakat, sehingga tercipta solidaritas dan sinergi dalam upaya menciptakan kesejahteraan bersama, khususnya bagi masyarakat sekitar.

“Kegiatan padat karya ini dilakukan secara swakelola sehingga bisa melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara berkelompok dengan diawasi oleh tenaga terlatih yang berasal dari unsur masyarakat untuk memastikan hasil pekerjaan berkualitas dan mengutamakan penggunaan tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat.

Pertimbangan dan prioritas tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian khusus, tidak bekerja dalam waktu yang lama, dan mempertimbangkan juga masyarakat yang memerlukan pekerjaan guna menyambung kelangsungan perekonomian.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menjelaskan bahwa kegiatan padat karya ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk mendorong perekonomian masyarakat terutama yang terdampak oleh pandemi.

Ridwan yang merupakan putra asli Kendari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya padat karya di daerahnya tersebut.

“Padat karya ini memberikan kesempatan kerja pada masyarakat sehingga akan terjadi perputaran ekonomi. Makanya saya berterima kasih sebesar-besarnya (atas terselenggaranya padat karya tersebut),” kata Ridwan Bae.

Kegiatan padat karya dilaksanakan dalam rangka menyukseskan program pemerintah terkait pemberdayaan masyarakat terutama di tengah masa pandemi.

Padat karya ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan, dan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor UM.006/58/17/DJPL/2021 tanggal 03 September 2021 tentang Rencana Pelaksanaan Program Padat Karya Tahap II Tahun 2021 gelombang II dan gelombang IV pada UPT di lingkungan Ditjen Hubla.

Sumber: SuaraSulsel.id

Korem 143/HO bersama dengan Polda Sultra membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid -19 di Kelurahan Bungku Toko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Selasa, (24/8/2021). 

“Komandan Korem 143/HO Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan bersama Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya memimpin langsung penyerahan paket sembako. Sasaran pembagian Bansos di sekitar Pelabuhan Bungkutoko dan Kampung Nelayan Muna-Muna Bungkutoko,” ungkap Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail. 

Aksi peduli TNI dan Polri dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat nelayan di tengah PPKM bertujuan untuk membantu meringankan beban yang dialami di tengah kondisi pandemi. “Adapun paket yang di berikan kepada masyarakat berjumlah 100 paket sembako,” kata Rusmin.

Sementara itu salah satu warga Ibu Wasadia mengungkapkan rasa syukurnya atas pemberian bantuan itu. “Syukur Alhamdulillah, terimakasih kepada Bapak – bapak Tentara dan Polisi yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, dimana kondisi sulit di tengah pandemi sekarang ini,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com