Karyawan PT GKP di area nursery

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) meresmikan nursery pada Sabtu, 14 Januari 2023. Lahan nursery ini adalah lahan yang digunakan untuk mengembangkan bibit tanaman untuk reklamasi lahan pasca tambang. Senin (16/1).

Peresmian ini dilakukan setelah tahapan konstruksi pembangunan nursery selesai. Hadir dalam peresmian tersebut, pimpinan site PT GKP, Saman Tedja, GM Operasional, Aep Khaeruddin, Kepala Teknik Tambang, Aep Khaeruddin, Head of Site, Basri Kambatu.

Environment Superintendent Sutanto menjelaskan, saat ini bibit tanaman yang tersedia sebanyak 7.000 bibit tanaman. Ada beberapa jenis bibit tanaman seperti sengon laut, ebony, kayu batu, kayu hitam dan cemara laut. Selain itu juga disiapkan bibit tanaman buah-buahan seperti mangga, durian, dan rambutan. Bibit tanaman tersebut akan digunakan untuk kegiatan reklamasi pasca tambang.

“Pembangunan nursery ini sebagai bentuk komitmen PT GKP terhadap kaidah penambangan yang baik dan benar, dengan membangun salah satu sarana nursery untuk menunjang aktivitas pertambangan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sutanto menjelaskan, pembangunan sarana pembibitan ini merupakan komitmen perusahaan yang mana tidak hanya fokus melakukan aktivitas penambangan semata, namun, ada tanggung jawab besar untuk mengembalikan fungsi rona awal hutan di Pulau Wawonii.

“Pembangunan pusat pembibitan (nursery) ini selaras dengan EMS atau Enviromental Management System Harita Group,” imbuhnya.

Kepala Teknik Tambang (KTT) Aep Khaeruddin optimis kedepannya nursery ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan pasca tambang melalui penanaman pohon.

“Ke depan nursery bisa menjadi wadah masyarakat untuk memperoleh bibit-bibit tanaman secara gratis, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan anak cucu kita dimasa mendatang,” harapnya.

Nursery ini dibangun bukan hanya untuk kalangan internal perusahaan saja, akan tetapi untuk masyarakat secara luas, sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat terkait kegiatan reklamasi pasca tambang.

“Salah satu tujuan kita juga untuk mengedukasi masyarakat lingkar tambang secara khusus dan masyarakat Wawonii pada umumnya bahwa perusahaan tidak hanya menambang tetapi juga peduli pada ekosistem pasca tambang melalui kegiatan reklamasi,” jelas Sutanto.

Untuk diketahui, pembangunan nursery milik PT GKP dilaksanakan sejak akhir Oktober 2022 dan selesai pada 13 Januari 2023. Lahan yang digunakan untuk program nursery ini seluas 1,2 hektare, dengan kapasitas bibit tanaman sebanyak 35.000 hingga 40.000 pohon.

Sumber: Sorot Sultra
Praktisi hukum asal Wawonii, Hasrun

Sekelompok warga yang menggugat PT Gema Kreasi Perdana (GKP), di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari, kembali menuai kritik. Gugatan yang dilayangkan oleh sebagian warga tersebut terkait beberapa persoalan terhadap PT GKP. Praktisi hukum asal Wawonii, Hasrun SH, mengatakan beberapa gugatan yang dilayangkan terhadap PT GKP di PTUN Kendari, dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.

Menurut Hasrun, bahwa gugatan tersebut tidak beralasan dikarenakan penggugat mengetahui atau memahami keberadaan perusahaan sebelum terjadi penambangan. Dia menjelaskan, sebagaimana diatur dan sesuai ketentuan pasal 55 undang-undang RI nomor 5 tahun 1986 tentang pengadilan tata usaha Negara, JO V angka 3 SEMA No.5 tahun 1986 tentang PTUN.

Dalam UU tersebut dijelaskan, bahwa mengajukan gugatan sengketa TUN harus diajukan dalam tenggang waktu 90 hari sejak diumumkan, diketahui serta diterimanya objek sengketa termasuk kewenangan mengadili ketatanegaraan dan tidak termasuk sengketa kepemilikan sah dan tidaknya suatu kepemilikan objek. “Masyarakat dan termasuk penggugat sejak 2018 sudah ada riak dan pembakaran tambang di Pulau Wawonii. jadi secara yurisdiksi hukum, masyarakat mengetahui keberadaan perusahaan tersebut,” jelasnya.

Hasrun yang juga merupakan putra asli Pulau Wawonii itu mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya di lapangan, PT GKP disebut telah mematuhi aturan perundang-undangan terkait masalah pengelolaan masalah lingkungan. Seperti yang tertuang dalam UU 32 tahun 2009 serta PP NO.101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah berbahaya dan racun, PP No.27 tahun 2012, tentang izin lingkungan, PP No.82 tahun 2011 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendali pencemaran air, PP NO 41 Tahun 1999 TENTANG PENCEMARAN UDARA PP No 19 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran dan/perusakan laut, PP No.46 tahun 2017 tentang instrumen lingkungan. 

“Saya berkesimpulan dalam bahwa sejauh ini belum ada yang melanggar atau dilanggar jika kita berasumsi secara hukum jika suatu perbuatan yang dilakukan oligarki. Maka hukum itu dengan sendirinya berjalan melalui penegakan. Dan dapat dibuktikan secara ilmiah, melalui pembuktian, bukan bernarasi tanpa dasar,” ungkapnya.

Sumber: METROKENDARI.ID
Hasrun, advokat senior sekaligus warga asli Wawonii

Sekelompok kecil warga yang menggugat PT GKP terkait persoalan izin tambang di PTUN Kendari belakangan ini tuai sorotan.

Pasalnya, kelompok kecil warga ini seolah mengatasnamakan warga Wawonii ini menggugat PT GKP dengan tidak memiliki dasar yang kuat, terkesan sengaja mencari-cari kesalahan perusahaan hingga diframing. 

Hal itu diungkapkan oleh Hasrun, pria yang asli pribumi, yang ikut prihatin dengan persoalan ini dan meminta agar kehadiran investasi PT GKP tidak perlu sengaja dicari-cari kesalahannya hingga harus dibesar-besarkan seperti ini. 

“Persoalan investasi PT GKP di pulau Wawonii tidak usah dibesar-besarkan, apalagi sampai menolaknya, karena keberadaannya saat ini sudah mulai terlihat dan dirasakan masyarakat, juga menjadi solusi dari pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran lokal, dimana sebagian masyarakat sudah terserap bekerja, belum lagi efek perputaran uang dan perkembangan ekonomi desa yang terlihat sangat pesat dalam 6 bulan terakhir ini, ditandai dengan mulai menjamurnya tempat-tempat kost, warung-warung makanan dan toko-toko kelontong penjual sembako yang hampir ada di setiap sudut desa,”ujar Hasrun. 

Hasrun melihat ada beberapa oknum yang selalu mengatasnamakan masyarakat. “Pertanyaannya adalah masyarakat yang mana? jangan selalu membawa-bawa nama masyarakat bila bertindak secara kelompok hanya untuk kepentingannya, saya ini warga asli Wawonii, lahir dan besar di Wawonii, tidak ada masyarakat yang resah pasca beroperasinya GKP karena benar-benar mulai terlihat membawa dampak kemaslahatan bagi orang banyak, “ ungkap Hasrun kepada media, Minggu (25 /12/2022).

Pria yang juga merupakan advokat senior itu membantah jika ada isu penolakan besar-besaran terhadap PT GKP yang belakangan sengaja dilontarkan oleh oknum masyarakat disaat pulau Wawonii sekarang dalam keadaan sangat kondusif. “Yang harusnya keadaan yang mulai membaik ini dijaga dan dipertahankan terus, jangan malah dikotori dengan tindakan-tindakan yang bisa memancing konflik yang berujung mengganggu stabilitas dan keamanan di pulau yang sudah damai dan tentram ini,” ungkapnya.

Lanjut Hasrun, terkait gugatan izin tambang yang ditujukan kepada PTSP Provinsi Sulawesi Tenggara (sebagaimana diberitakan sebelumnya ), yang seolah mewakili seluruh masyarakat pulau Wawonii sangatlah tidak benar. “Tidak semua masyarakat pulau Wawonii menolak tambang, justru dampak positif dengan hadirnya tambang sekarang mulai kita rasakan, dimana sebagian yang sudah bekerja, 95% adalah putra/putri asli Wawonii,” beber Hasrun. Hal yang sama dikatakan juga oleh Sekretaris DPD JPKP Nasional Sultra, Abi Fausan yang juga asli putra Wawonii, yang menyebut Kondisi Wawonii saat ini aman dan kondusif tidak ada konflik terkait masalah PT GKP.

“Pulau Wawoni aman-aman saja, tidak usah diribut-ribukan apalagi dibesar-besarkan, karena keberadaan GKP saat ini dinilainya betul-betul sangat menghargai masyarakat lokal, dimana masyarakat mulai menyadari pentingnya investasi disaat mulai merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Sumber: METROKENDARI.ID
Produk UMKM GKP dipamerkan di Pameran Ekonomi Kreatif Wawonii

Produk UMKM binaan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) Samaturu dan Mohawi, turut serta dalam Pameran Ekonomi Kreatif Wawonii yang diselenggarakan di Taman Kuliner, Langara 13-15 Desember 2022.

Keikutsertaan produk UMKM binaan PT Gema Kreasi Perdana yakni olahan mete dan keripik kelapa, tidak hanya sekedar memperkenalkan produk binaan perusahaan, tetapi merupakan wujud dari komitmen PT GKP, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor usaha kecil dan menengah dengan meningkatkan nilai tambah potensi lokal di Wawonii.

“Komitmen kami, sejalan dengan tema utama pameran ini yakni sebagai temu karya ekonomi kreatif lokal menuju Wawonii Bangkit,” Demikian disampaikan Cipto Ristianto, Manajer Eksternal PT GKP.

Dalam pameran yang diinisiasi oleh Creative Wawonii Forum (CWF) serta Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Konawe Kepulauan, semua varian rasa baik olahan mete maupun keripik kelapa ikut dipamerkan.

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe Kepulauan, Cecep Trisna jayadi mewakili Bupati Konkep dan dimeriahkan oleh Komika Raim Laode, mendapat antusias yang sangat besar dari masyarakat Langara dan sekitarnya.

Usai membuka acara, Sekda dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nurul Hidayati serta rombongan, mengunjungi lokasi pameran. Produk umkm binaan PT GKP yang pertama disambangi sambil berdiskusi dengan staf CSR yang berjaga di booth UMKM binaan PT GKP.

“Kemasannya menarik, produknya unik. Nanti rencana akan kita ikutkan di pameran Nasional mewakili Konkep,” Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Konkep, Jumin, yang ikut serta menyambangi produk UMKM binaan GKP.

Selain rombongan Sekda, Ketua Dekranasda serta pimpinan instansi pemerintah, warga masyarakat juga cukup antusias melihat dari dekat, bertanya dan ada juga yang membeli produk binaan PT GKP.

Kolaborasi Berbagai Pihak

Pameran Ekonomi Kreatif Wawonii yang diinisiasi oleh CWF merupakan pameran perdana yang diselenggarakan di Wawonii. Dalam pemeran ini, ada tiga sub sektor ekonomi kreatif yang ditampilkan, kriya, kuliner dan perfileman. Meski kegiatan perdana, dukungan dari berbagai pihak cukup besar, baik pemerintah daerah, pelaku usaha maupun pegiat ekonomi kreatif di Wawonii.

Nanang Sofyan, Ketua Creative Wawonii Forum mengatakan, kegiatan pameran ini merupakan kegiatan perdana, hasil kolaborasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Konkep dan CWF. Dasar utamanya adalah banyak pelaku ekonomi kreatif yang ada di Konkep, namun mereka belum memiliki wadah untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.

“Kegiatan ini lahir dari keresahan dan harapan. Bahwa banyak pelaku usaha ekonomi kreatif di Wawonii, namun mereka kesulitan untuk memasarkan produk mereka. Semoga kegiatan ini menjadi jalan, media bagi pelaku ekonomi kreatif untuk tidak hanya mengenalkan produk mereka, tetapi juga sharing informasi dan pengalaman,” Jelas Nanang.

Lebih jauh Nanang berharap, meski kegiatan ini merupakan kegiatan perdana, tetapi diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan semoga kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi agenda rutin pemerintah daerah bersinergi dengan berbagai pihak.

Bupati Konkep, Amrullah yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Konkep menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa memberi manfaat dan memicu tumbuhnya usaha ekonomi kreatif di masyarakat.

“Ekonomi kreatif ke depan akan menjadi penopang ekonomi masyarakat dan menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan,” Ucap dia.

Sumber: Sultra Post
Rizka Wardani telah mengabdi selama 9 tahun sebagai guru di Pulau Wawonii

Kehadiran PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dianggap dapat memberikan solusi bagi perkembangan ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat. Mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan pendidikan juga jadi berkembang.

Salah satu guru SD Negeri 6 Wawonii, Sultra, Rizka Wardani membenarkan hal itu. Menurut dia, sebelum ada PT GKP, akses jalan untuk sampai ke tempat ia mengajar di Desa Mosolo, saat itu tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki, harus naik motor trail, dan diperlukan waktu sekitar 4 – 5 jam untuk menempuh perjalanan dari rumah hingga sekolah tempat beliau mengajar.

“Akan tetapi, saat ini akses jalan antar desa menjadi lebih mudah dan layak. Banyak penyesuaian infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah daerah dan di beberapa titik lokasi dibantu juga oleh perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Wawonii, PT Gema Kreasi Perdana untuk mempermudah mobilitas warga, termasuk melancarkan aktivitas ekonomi dan pendidikan di sana,”kata Rizka Wardani, melalui keterangan resminya, Selasa (29/11/20222).

“Alhamdulillah sekarang dari Roko-roko ke Mosolo jalan sudah lumayan bagus, kita bisa tempuh selama 15-30 menitan”, tambah Rizka.

Rizka yang telah 9 tahun mengabdi sebagai guru di Pulau Wawonii itu juga menilai jika untuk mencapai kesuksesan terkadang butuh adanya intervensi pihak luar. Menurutnya, keberadaan Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan dan perusahaan tambang di Roko-roko sangat membantu masyarakat. Salah satunya juga turut mengakselerasi proses belajar-mengajar karena memberikan pandangan baru dalam kurikulum pendidikan yang sudah lama kurang berkembang di sana. Serta mendorong inovasi pendidikan di sekolahnya, program kolaborasi pun dicetuskan dengan perusahaan tambang.

‘Sebagai contoh, pada saat peringatan Hari Lingkungan Hidup dan juga Hari Anak Nasional, seluruh stakeholder pendidikan dilibatkan untuk memberikan kontribusi. Mereka merasa terbantu dengan adanya kerja sama tersebut,”ujarnya.

Rizka optimis, PT Gema Kreasi Perdana mampu dan berkompeten dalam memfasilitasi pelatihan, serta pengembangan para guru di sekolah-sekolah Wawonii Tenggara, khususnya yang dirasa masih kurang. Sehingga, fokus pengembangan sumber daya manusia di aspek pendidikan dapat menyeluruh.

“Guru-guru di sini sangat membutuhkan pelatihan dan pengembangan mengajar, bisa dibuatkan workshop atau misalnya di sini belum ada guru Bahasa Inggris, dari perusahaan bisa meluangkan waktu untuk memberikan pelajaran tersebut dengan sukarela. Ajaklah guru-guru di lingkar tambang untuk studi banding agar mampu mengembangkan profesinya sebagai guru”, harap Rizka.

“Tentu saja ini menjadi masukan yang sangat besar bagi PT Gema Kreasi Perdana untuk mengembangkan pendidikan di lingkungan sekitar tambang,”tutup Rizka.

Sumber: Indo Sultra
Dua orang karyawan PT GKP meraih medali Porprov XIV

Dua orang karyawan PT Gema Kreasi Perdana (GKP), Fadlan (22) dan Muhammad Gegas (25) berhasil meraih medali dalam ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) XIV Sulawesi Tenggara, untuk cabang olahraga gulat, mewakili Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dalam ajang Pekan olahraga tingkat provinsi yang diselenggarakan di Baubau, Fadlan meraih medali perak di kelas 65 kilogram gaya bebas. Sementara Gegas, dapat medali perunggu untuk kelas 86 kilogram gaya bebas.

Gegas menceritakan, persiapan mereka untuk mengikuti pertandingan gulat di Porprov Sultra 2022, terbilang sangat singkat waktunya. Mereka hanya memiliki waktu sekira satu pekan, sebelum mengikuti kompetisi.

“Alhamdulillah, walaupun waktu persiapan kita sangat mepet, tetapi kami, bisa mempersembahkan medali untuk Konawe Kepulauan”, ujar Gegas melalui sambungan telepon usai memperoleh medali.

Gegas yang bekerja di bagian fuel PT GKP, mengaku hanya melakukan latihan satu kali. Sementara rekannya Fadlan yang bekerja di bagian general affair, dua kali berlatih sebelum bertanding. begitupun dengan rekan – rekannya sesama atlet untuk cabor gulat, paling banyak hanya dua kali mengikuti latihan. Bahkan ada juga yang belum pernah berlatih.

Meski demikian, lima atlet dari cabang olahraga gulat Konawe Kepulauan itu , bisa mempersembahkan medali untuk daerah kelahiran mereka. Ada yang mendapatkan medali emas, perak dan juga perunggu dalam kelas bertanding yang berbeda.

” Kuncinya, semangat, pantang menyerah dan berdoa, “katanya sumringah sambil menunjuk medali yang didapatkannya.

Hal yang sama juga disampaikan Fadlan. Menurut dia, jika persiapan yang dilakukan cukup, hasil yang didapatkan pasti lebih baik lagi. Namun dia bersyukur atas pencapaian yang sudah diraih. Hasil yang diperoleh bersama rekan-rekannya, semakin memacu dirinya untuk lebih giat lagi berlatih, sehingga ke depan, bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk Konkep.

Ketika disinggung soal dukungan perusahaan, Gegas dan Fadlan mengaku mendapatkan dukungan dari pimpinan perusahaan, PT GKP juga rekan kerja lainnya. Perusahaan memberikan izin kepada keduanya, untuk berlaga dalam Porprov XIV Sulawesi Tenggara.

“Terima kasih kepada perusahaan, pimpinan di site, yang sudah memberikan izin kepada kami untuk bisa ikut berlaga dalam ajang Porprov ini, ” Ungkap keduanya.

Sumber: PotretTerkini.ID
Karyawan PT HJF

Perusahaan hilirisasi nikel di Maluku Utara fokus menyerap tenaga kerja baru di tengah kekhawatiran ancaman resesi ekonomi dunia di tahun 2023 serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi.

Tercatat, Harita Nickel melalui unit bisnisnya PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) baru-baru ini membuka lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Tak berlebihan, karena kebutuhan SDM untuk proyek smelter baru dan yang akan beroperasi nanti memang cukup besar.

Lantaran banyaknya tenaga kerja yang diserap, Harita Nickel bahkan menjadi kontributor terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Selatan di bidang ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Pemkab Halmahera Selatan Ardiani Radjiloen menyatakan pihaknya memberi apresiasi tinggi bagi Harita Nickel atas kontribusi ketenagakerjaan tersebut.

“Saya sebagai Pemda Halsel dalam hal ini Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Harita, karena PAD kami per 21 Oktober 2022 sudah melebihi target dan kontribusi terbesar dari Harita,” kata Ardiani belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemda Halmahera Selatan selalu membuka ruang bagi perusahaan untuk bisa saling bersinergi dan berkolaborasi. Apalagi jika tujuannya adalah menekan jumlah pengangguran dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Apa yang dilakukan Harita sangat mendukung program Pencaker (Pencari kerja) yang digaungkan Pemkab Halsel untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan,” ujarnya.

Data BPS mencatat, jumlah angkatan kerja di Maluku Utara per Agustus 2022 mencapai 609,2 ribu. Dari jumlah tersebut, mereka yang bekerja sebanyak 585 ribu orang dan yang masih menganggur sebanyak 24,2 ribu orang.

Halmahera Selatan menjadi daerah yang paling banyak menyumbang angkatan kerja, yakni sebanyak 112,3 ribu orang atau 18,43 persen dari total angkatan kerja di Maluku Utara.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Maluku Utara per Agustus 2022 sebesar 3,98 persen, atau turun 0,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Halmahera Selatan menjadi daerah dengan TPT terendah yaitu sebesar 1,51 persen.

Rektor Universitas Negeri Khairun Ternate Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, mengatakan bahwa Halmahera Selatan memang memiliki jumlah penduduk terbanyak dari semua kabupaten kota di Maluku Utara.

“Karena itu kalau ada tren positif bahwa tingkat pengangguran di Halmahera Selatan itu lebih kecil dibandingkan kabupaten kota lain, maka bisa kita asumsikan bahwa kehadiran perusahaan terutama Harita dan beberapa perusahaan tambang lainnya, di wilayah Halmahera Selatan terutama di Obi, itu berkontribusi positif terhadap keberadaan tenaga kerja kita di sana,” kata Ridha.

“Dan kita berharap ini juga menjadi prioritas, sekali lagi menjadi prioritas perusahaan untuk terus mendorong anak-anak daerah kita itu bisa terserap kesana, tentu saja dengan kualitas, dan juga keterampilan yang dibutuhkan,” tambahnya.

Berdasarkan catatan, HJF berhasil merekrut 1.200 karyawan hingga September 2022 dan akan kembali merekrut 600 tenaga kerja baru lagi hingga akhir tahun ini. Dengan jumlah tersebut, pada tahun ini akan mencapai 1.800 serapan tenaga kerja baik skilled maupun non-skilled.

Di sisi lain, saat ini di sektor teknologi terjadi winter tech alias gelombang PHK yang menerpa sejumlah perusahaan teknologi dunia dalam beberapa bulan terakhir. PHK dilakukan guna menjaga keberlangsungan bisnis dan menjadi strategi dalam menghadapi perlambatan ekonomi, lonjakan suku bunga, dan inflasi.

Beberapa di antaranya Meta, induk Facebook dan WhatsApp, lalu Twitter, Shoppe, dan Grab. Meta harus mengurangi jumlah tenaga kerjanya sekitar 13 persen dan berdampak lebih dari 11.000 karyawannya. Ada juga Twitter yang memangkas sekitar 3.700 pekerjaan dan mengumumkan informasi tersebut kepada karyawannya melalui surat elektronik.

Sumber: Suara.com
Kegiatan pemberian makanan tambahan untuk bayi dan balita

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-58 PT Gema Kreasi Perdana (GKP) bekerjasama dengan puskesmas Roko-Roko melakukan Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bayi dan balita. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Senin, 14 November 2022 di posyandu Desa Nambo Jaya dan Rabu 16 November 2022 di posyandu Desa Sainoah Indah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bambang Murtiyoso GM External PT GKP, Kepala Puskesmas Roko-Roko Alwi dan Kepala Desa Nambo Jaya, Lamido.

Selain pemberian makanan tambahan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan lansia, penimbang berat badan, pengukuran tinggi badan serta pemberian Kartu Menuju Sehat (KMS).

Pemberian makanan tambahan merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) GKP, di bidang kesehatan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap bayi dan balita. Tujuannya, untuk memberikan gizi terbaik dan mencegah terjadinya gizi buruk terhadap anak-anak di daerah lingkar tambang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bayi stunting. Fokus PMT, bahwa di area ring satu perusahaan tidak boleh terdapat kasus gizi buruk. Selain itu harapannya kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama dengan instansi-instansi lain di area lingkar perusahaan, ” ucap Aldo Sastra tim CSR GKP.

Dari data puskesmas pada kegiatan PMT ini, rerata berat bayi 5,25 kg tinggi badan 43,05 cm. Sedangkan rerata berat badan Balita 10,4 kg dengan tinggi badan 84,79 cm. Dari data tersebut, menunjukan bayi dan balita dalam kondisi sehat.

Bambang Murtiyoso, GM External PT GKP berharap, lewat program PMT ini, gizi anak-anak bisa terpenuhi dengan baik sehingga menjadi lebih sehat dan siap menjadi generasi penerus bangsa.

“Semoga kegiatan PMT ini bisa menjadi penambah gizi bagi bayi dan balita dan kita berharap putra putri di di sini sebagai generasi penerus bisa berkembang lebih sehat lagi sehingga memiliki satu akhlak yang mulia sehingga jadi kebanggan orang tua masyarakat dan agama, amin.” Jelas Bambang Murtiyoso dalam sambutannya.

Alwi, Kepala Puskesmas Roko-Roko dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan PMT yang diselenggarakan pihak perusahaan.“ lewat kegiatan PMT ini semoga masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik, dan saya sangat berterimakasih kepada pihak perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan ini, karena sangat-sangat membantu, “jelas Alwi.

Lamido , Kepala Desa Nambo Jaya memberikan apresiasi kegiatan PMT ini. Ia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“ Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak perusahaan atas kolaborasinya dengan pihak kesehatan dalam hal ini pemberian makanan tambahan. Jangan berpikir ini nilai dan jumlahnya, bantuan itu bukan besar dan kecilnya tapi keikhlasan dan kepedulian. Dan saya rasa ini akan berkepanjangan” jelas Lamido dalam sambutannya.

Kegiatan PMT mendapat respon positif dan didukung penuh oleh masyarakat Nambo Jaya dan Sainoah Indah. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, bukan hanya kegiatan PMT saja, tetapi juga kegiatan apa saja yang diselenggarakan perusahaan.

“Terima kasih atas kegiatan ini, sangat bermanfaat, tidak saja bagi anak-anak tetapi juga para ibu. Kegiatan ini sekaligus membuka kesadaran para ibu dan orang tua, tentang pentingnya gizi yang baik bagi bayi dan anak-anak. Biasanya makanan tambahan hanya sedikit, sekarang jumlahnya lebih banyak. Terima kasih GKP, ” Demikian ujar ibu Daniati, warga Sainoa Indah usai mendapatkan susu dan biskuit bayi.

Pada awal Desember kegiatan serupa akan dilaksanakan di lima desa di Roko-Roko Raya, “Kegiatan PMT untuk lima desa di Roko-Roko Raya akan dilaksanakan di awal Desember sesuai jadwal posyandu masing-masing desa” demikian disampaikan Idris Toande, PIC program PMT CSR PT GKP.

Sumber: PotretTerkini.ID
Peresmian jembatan di Desa Sinalu Jaya

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) melakukan perbaikan jembatan di Wawonii Tenggara, Mosolo Raya, tepatnya di Desa Sinaulu Jaya. Peresmian perbaikan jembatan berlangsung, Senin (24/10/2022) kemarin.

Hadir dalam peresmian tersebut Camat Wawonii Tenggara Iskandar, Kepala Desa Sinaulu Jaya Labarimu, Kepala Desa Nambo Jaya La Mido. Hadir juga Cessa Loprang CEO Tunas Muda Pertiwi (TMP), sekaligus mewakili manajemen TMP dan dari GKP, hadir Bambang Murtiyoso GM External Relation, sekaligus mewakili manajemen GKP Site Wawonii.

Acara diawali dengan Kepala Desa Sinaulu Jaya, perwakilan warga masyarakat, Camat Wawonii Tenggara dan Bambang Murtiyoso, dari PT GKP. Lalu kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai bentuk simbolis peresmian dan penandatanganan serah terima bantuan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.

Perbaikan jembatan ini dilakukan karena kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan. Jembatan yang merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat setempat kondisi kayunya sudah sangat lapuk sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk lewat.

“Lokasi jembatan ada di jalan poros yang merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat, bukan hanya masyarakat Mosolo saja,tetapi juga masyarakat di desa-desa lain. Jadi selama jembatan rusak, kami terpaksa harus lewat sungai dimana arusnya cukup deras jika musim hujan,” jelas Hirman, warga Desa Sinaulu Jaya.

Dalam perbaikan jembatan, perusahaan memfasilitasi masyarakat berupa material batu, semen dan kayu. Sementara untuk pengerjaannya, dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dengan waktu pengerjaan kurang lebih selama tiga minggu mulai dari 1 Oktober sampai 18 Oktober 2022.

Tiga jembatan yang diperbaiki, ukurannya sekira lebar empat meter, panjang tujuh meter dan tinggi di atas permukaan dasar sungai sekitar 180 sentimeter.

“Semua pembangunan jembatan ini didanai CSR GKP, namun dalam pelaksanaan kami memberdayakan sumber daya masyarakat sekitar, berkolaborasi, bergotong royong untuk memastikan setiap bagian perbaikan jembatan selesai dengan kerja bersama dan tepat pada waktunya,” ujar Cipto Rustianto selaku Manager Departemen Ekternal PT GKP.

Cipto menegaskan Departemen Eksternal, khususnya divisi CSR, ingin menjawab harapan dari pemangku kepentingan bahwa pengembangan masyarakat yang berkelanjutan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari usaha pertambangan yang dilakukan PT GKP.

“Salah satunya mengejawantahkan dalam renovasi dan revitalisasi tiga jembatan ini, karena jembatan adalah akses penghubung yang akan menjadi saran semua kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, ” ucap pria yang biasa disapa Cipi ini.

Sementara, Labarimu selaku Kepala Desa Sinaulu Jaya sangat mengapresiasi perusahaan dalam melakukan perbaikan jembatan. Pasalnya, tidak sedikit warga yang mengeluh dengan kondisi jembatan tersebut.

“Ini (perbaikan jembatan, red) sangat bagus karena jembatan merupakan akses masyarakat banyak, kalau perlu semuanya dikasih permanen agar lebih bagus lagi. Dampak positif dengan hadirnya perusahaan bagi masyarakat yakni sangat membantu masyarakat dalam perbaikan sarana prasarana yang ada, selain itu dengan hadirnya perusahaan taraf hidup masyarakat berubah, masyarakat sudah memiliki penghasilan tetap,” tutur Labarimu.

Hal senada juga disampaikan warga Sinaulu Jaya, Hirman, menurutnya, kehadiran perusahaan membawa manfaat berlipat bagi masyarakat, tidak hanya Mosolo Raya tetapi masyarakat Wawonii pada umumnya.

“Dampak positifnya sangat banyak, salah satunya membantu masyarakat dari segi ekonomi. Karena dengan hadirnya perusahaan ini, membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Harapan juga diutarakan Bambang Murtiyoso selaku GM Eksternal. Menurut dia, dengan adanya perbaikan jembatan ini, bisa membantu roda perekonomian masyarakat, khususnya di Konawe Kepulauan.

“Jembatan yang kami bantu perbaiki ini (bukan dibangun, red) yang sebelumnya memang sudah ada, mudah-mudahan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian desa terutama dalam mengangkut hasil bumi sekaligus menjadi jalur perhubungan antara lintas desa, dimana masyarakat banyak menggunakan,” terang Bambang.

Kegiatan perbaikan dilakukan karena kondisi beberapa bagian dari Jembatan yang juga dibangun bersama masyarakat pada 2019 lalu itu mulai lapuk.

“Kita lakukan perbaikan sekaligus pencegahan, meskipun kondisi jembatan sebenarnya masih sangat layak untuk dilewati kendaraan,” jelas Idris Toande, koordinator perbaikan jembatan Sukarela.

Sumber: Harian Publik
Perbaikan jalan jalur Wawouso - Bobolio

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) kembali melakukan perbaikan jalan jalur Wawouso-Bobolio. Perbaikan dilakukan karena akses jalur poros menuju dan dari arah Langara, kota Kabupaten Konawe Kepulauan, wilayah Tenggara, terputus. Curah hujan yang cukup tinggi, menjadi penyebab akses jalan terputus.

“Sebelumnya sudah tiga kali kita melakukan perbaikan jalan di wilayah Gunung Jati, namun curah hujan yang cukup tinggi, menyebabkan akses jalan tidak bisa dilewati oleh semua jenis kendaraan,” demikian disampaikan Aldo Sastra, tim CSR GKP.

Untuk perbaikan jalan kali ini, lanjut Aldo, sebanyak 17 titik jalan diperbaiki dengan akumulasi sepanjang lima kilometer.

Sejak pertengahan Agustus, imbuh Aldo lagi, perbaikan jalan sudah direncanakan. Namun untuk pengerjaan, masih menunggu musim panas datang.

“Kalau dipaksakan dikerjakan saat musim hujan, tentu tidak akan bertahan lama’” terang dia.

Hal itu mengacu dari pengalaman sebelumnya. Perbaikan dilakukan saat musim hujan. belum sampai sepekan, jalan sudah kembali rusak. Karena itu, pihak perusahaan memutuskan untuk melakukan perbaikan saat memasuki musim kemarau.

Mihdar, tokoh pemuda Wawonii Selatan, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan PT Gema Kreasi Perdana. Sebab sudah lebih dari dua bulan, akses menuju dan dari Langara terhambat. Praktis, tidak ada kendaraan yang bisa lewat.

“Kalaupun bisa lewat, hanya roda dua. Itupun dengan usaha yang berat sekali. Jadi, harus bersyukur atas inisiatif GKP dalam melakukan perbaikan jalan area Gunung Jati ini, ” Demikian jelas Mihdar yang juga Ketua Pemuda Pemudi Wawonii Selatan (PPWS).

“Kita susah sekali kalau ada dinas ke Langara. Makanya kita sangat berterima kasih dengan kegiatan perbaikan jalan yang dilakukan GKP, ” Demikian disampaikan Iskandar, Camat Wawonii Tenggara.

Aep Khaeruddin, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT GKP menyampaikan bahwa, kegiatan perbaikan jalan area Gunung Jati, merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan, apalagi jalur ini merupakan akses utama bagi semua masyarakat, terutama yang berada di wilayah selatan dan tenggara.

“Kegiatan perbaikan infrastruktur, merupakan salah satu agenda dalam program CSR perusahaan, ” Jelas dia.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah daerah, sehingga harapan agar kehadiran perusahaan bisa memberi manfaat bagi daerah, benar benar dirasakan, salah satunya melalui kegiatan perbaikan infrastruktur ini.

Dalam kegiatan ini, PT GKP bersinergi bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Konawe Kepalauan, melalui penggunaan alat berat, dalam kegiatan perbaikan jalan Wawouso-Bobolio.

Kegiatan perbaikan jalan memakan waktu sekitar dua minggu, sejak tanggal 26 September 2022. Material perbaikan jalan jalan disuplai dari Roko Roko Raya, lokasi site GKP, berupa batu bolder dan pasir batu (situ). Dalam kegiatan ini menggunakan dua unit alat berat, ekskavator milik Dinas PU dan Bomaq milik PT GKP.

“Salah satu tantangannya adalah, lokasi pemuatan material yang cukup jauh ditambah lagi, beberapa kali selama kegiatan, hujan masih turun, meski sudah memasuki musim kemarau, ” Demikian disampaikan Taufik Haryanto, koordinator teknis perbaikan jalan.

Meski demikian, lanjut dia, tidak menyurutkan semangat untuk terus melakukan kegiatan perbaikan jalan, bersama beberapa karyawan dan juga dukungan dari masyarakat dan anggota PPWS.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan, dalam kegiatan perbaikan jalan ini, batu bolder yang dibutuhkan sekitar 500 reit dan sirtu sebanyak 200 reit. Terdapat enam armada dumptruck yang dikerahkan untuk pengangkutan material ke lokasi.

“Alhamdulillah, hasil perbaikan memuaskan dan semoga akses masyarakat menuju dan dari Langara, lancar dan tidak terhambat lagi, ” Pungkas dia.

Sumber: Harian Kendari