Basarnas Kendari mendata terjadi kecelakaan kapal atau kecelakaan perairan sebanyak 33 kasus di Provinsi Suawesi Tenggara periode Januari-September 2020.

Total kecelakaan perairan di Sultra, yakni 33 kasus dan telah dilakukan aksi SAR. Jumlah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pada 2019 yang tercatat 75 kasus dan tertangani.

Tidak hanya pihak Basarnas berperan pada evakuasi, pemangku kepentingan dan masyarakat turut andil dalam upaya tugas kemanusiaan tersebut. Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi, mengatakan selama penanganan kecelakaan pelayaran, pihaknya masih mengalami kendala, yakni tiak memiliki alat deteksi dini sehingga kesulitan ketika melakukan pencarian titik lokasi musibah.

“Kendala yang kami hadapi selama melaksanakan upaya pencarian dan pertolongan atau operasi SAR untuk menentukan lokasi atau titik di mana kejadian itu terjadi, salah satu penyebabnya adalah kapal-kapal nelayan tidak dibekali dengan peralatan komunikasi, peralatan navigasi,” jelasnya, Senin (14/9/2020). 

Sumber: Sultrakini