Industri Kendaraan Listrik

Nikel Melimpah, Indonesia Dinilai Bisa Jadi Pemain Industri Kendaraan Listrik

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan Indonesia menjadi destinasi investasi industri kendaraan listrik sehingga bisa membangun ekonomi dalam konteks Making Indonesia 4.0.

Menurut Luhut, salah satu sektor yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan adalah sektor otomotif, terutama electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik.

“Salah satu sektor yang dikembangkan dalam Making Indonesia 4.0 di Indonesia adalah sektor otomotif, terutama Electric Vehicle (EV). Indonesia memiliki sumber daya melimpah dalam pembuatan EV yakni nikel, aluminium, dan tembaga. Ketiga jenis sumber daya ini dapat diintegrasikan agar membuat industri hilirisasi yang kompetitif di ranah persaingan global,” kata Menko Luhut seperti dilansir ANTARA, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia mencapai 21 juta metrik ton, yang menjadikan Indonesia sebagai pemain utama nikel dunia, disusul oleh Australia dengan cadangan nikel yang mencapai 19 juta metrik ton.

Tambang-tambang nikel tersebar dari Sulawesi sampai Maluku. PT Gema Kreasi Perdana, PT Antam, PT Vale adalah beberapa nama-nama perusahaan yang mengelola penambangan nikel di Indonesia.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan saat ini produsen mobil dan baterai dunia berlomba mencari destinasi investasi untuk fasilitas produksi mereka. Berdasarkan Global Battery Alliance, peningkatan produksi kendaraan listrik dapat menghasilkan penciptaan 10 juta pekerjaan, dan nilai ekonomi sekitar 150 miliar dolar AS karena berkontribusi pada kemajuan terkait dengan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

“Apabila semua atau sebagian besar supply chain yang terkait bisa diproduksi di Indonesia, maka Indonesia bisa menjadi pemain kunci secara global di industri kendaraan listrik masa depan ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *