Proses perbaikan akses Jalan Bobolio – Lawey, Kabupaten Konawe Kepulauan oleh PT GKP

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) membantu perbaikan jalan rusak yang berada di poros akses Bobolio – Lawey, Kecamatan Wawonii Selatan dan Kecamatan Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT GKP, Aldo mengatakan, jalan tersebut didominasi oleh jenis tanah liat, sehingga ketika diguyur curah hujan yang tinggi menyebabkan masyarakat yang menuju ke arah Tenggara Roko-Roko Raya atau Mosolo Raya begitu pun arah sebaliknya yaitu menuju Langara, Ibu Kota Kabupaten Konawe Kepulauan, menjadi terhambat.

“Curah hujan sangat tinggi, kondisi kontur tanah yang lembek dengan jenis tanah liat, menyebabkan kendaraan sangat kesulitan untuk melintasi jalur tersebut,” ujarnya, Rabu (29/6/2022).

Untuk itu, perusahaan melalui divisi CSR tergerak untuk membantu perbaikan jalan, sehingga aktivitas transportasi darat bisa kembali lancar. Kegiatan perbaikan dilakukan selama tiga hari yakni sejak tanggal 18 sampai tanggal 20 Juni 2022.

Proses perbaikan juga melibatkan kontraktor Tunas Muda Pertiwi (TMP/Parama Group), dengan menurunkan alat berat ekskavator dan grader. Kegiatan ini juga dibantu oleh masyarakat sekitar, baik dari Lawey maupun Bobolio.

Aldo mengatakan, wilayah Konawe Kepulauan, selama bulan Mei sampai Agustus, atau masyarakat setempat menyebut sebagai musim timur, curah hujan cukup tinggi dan seringkali akses jalan juga terganggu, banyak sungai meluap bahkan sampai melewati jembatan, sehingga akses jalan terputus.

“Melihat kondisi tersebut,PT GKP melalui divisi CSR selalu sigap membantu masyarakat, baik melalui program-program yang sudah direncanakan atau pada kejadian-kejadian insidental seperti hujan dan banjir,”

Perbaikan akses Jalan Bobolio – Lawey, Kabupaten Konawe Kepulauan oleh PT GKP

Salah seorang masyarakat di Lawey, Midar, juga mengapresiasi tindakan PT GKP yang dengan cekatan membantu masyarakat yang melalui jalan tersebut.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata PT GKP, sigap membantu sehingga akses masyarakat bisa kembali normal,” tuturnya.

Sumber: Kendariinfo
Pelatihan peningkatan produk UMKM Binaan PT GKP di Kabupaten Konawe Kepulauan

PT. Gema Kreasi Perdana melalui kelompok binaan CSR UMKM Samaturu dan Mohawi ikut dalam pelaksanaan Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Pelaku Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan dilaksanakan  pada tanggal 23-24 Juni 2022,di Balai Desa Langkowala Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kegiatan yang diikuti seluruh Pelaku Industri Rumah Tangga (P-RTP) se-Kabupaten Konawe Kepulauan ini bermaksud sebagai upaya peningkatan mutu dan kualitas produk industri rumah tangga juga salah satu syarat untuk mendapatkan ijin edar produk PIRT.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan H. Sastro, SE. Dia berharap, melalui kegiatan pelatihan ini, produk UMKM Kabupaten Konawe Kepulauan, bisa membuat produk yang aman, dan menarik bagi konsumen.

“Sebagai upaya peningkatan ekonomi UMKM, maka kita perlu meningkatkan mutu dan kualitas produk UMKM supaya terlihat menarik dan aman bagi masyarakat,” kata Hastri saat memberi sambutan membuka acara Pelatihan, Jumat, (24/6/2022).

Turut hadir dan ikut mengisi materi dalam pelatihan tersebut Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. Drs. Yoseph Nahak Klau,Apt.,M. Kes.

Yoseph mengatakan, untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk pangan, perlu diperhatikan agar masyarakat sebagai konsumen aman.

“Tujuan dari pelatihan ini supaya para peserta tahu bagaimana cara melakukan pengolahan pangan sesuai standar yg baik dan benar,” tuturnya saat memberikan materi kepada peserta pelatihan.

Peserta diajarkan pengetahuan terkait keamanan pangan olahan, bahan tambahan pangan yang aman, cara pengemasan produk, dan perijinan produk UMKM.

Ikut mendampingi kelompok UMKM binaan PT. GKP Hindris Jawananda staf CSR mengatakan, kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan ekonomi pelaku UMKM.

“(Kegiatan) ini sangat membantu dan berguna bagi UMKM dalam syarat mendapatkan ijin edar untuk Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), supaya pemasaran produk bisa lebih luas dipasarkan dengan kualitas yang baik, dan dapat meningkatkan ekonomi pelaku usaha UMKM,” ucapnya.

Para peserta menampilkan masing-masing produk UMKM dengan kemasan yang bervariasi dan menarik, sambil di evaluasi oleh BPOM untuk label pangan sesuai aturan dan standar yang sudah ditentukan.

Salah satu peserta dari kelompok UMKM Samaturu produk kacang mete binaan PT. GKP, Ibu Ma’nawia sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih bisa ikut pelatihan keamanan pangan, karena banyak ilmu yang bisa kita terapkan dalam usaha,” ungkap dia.

Sumber: Radar Sultra
Rekonsiliasi damai PT Gema Kreasi Perdana dengan warga Roko-Roko Raya Pulau Wawonii

Perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menggelar rekonsiliasi damai bersama ratusan warga Roko-Roko Raya Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) di salah satu hotel di Kendari pada Rabu, 13 April 2022.

Rekonsiliasi damai ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT GKP dan warga lingkar tambang.

Hadir menyaksikan rekonsiliasi damai yakni Bupati Konkep Amrullah, Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi, Ketua DPRD Konkep Ishak, Direktur PT GKP Bambang serta stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur PT GKP, Bambang mengatakan, agenda rekonsiliasi damai bersama warga lingkar tambang ini, tidak terlepas peran pemerintah daerah (Pemda) Konkep hingga terlaksana dengan sukses.

Tentu yang lebih membahagiakan lagi, terlaksananya kegiatan ini atas dasar inisiatif dan antusias warga lingkar tambang guna melakukan islah atau perdamaian.

“Kita ingin semuanya baik-baik, pak Wakil Bupati turun ke lapangan bagaimana memediasi dan mengkomunikasikan dan juga support pak Bupati tentunya dan pada akhirnya kita semua berkumpul. Insya Allah semua ini akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, kehadiran PT GKP bukan untuk menyengsarakan masyarakat, melainkan membawa kemaslahatan dan manfaat positif untuk masyarakat tentunya.

Bambang meminta kepada seluruh pihak agar mendukung investasi yang dibawa di Pulau Wawonii. Pihaknya hanya ingin melaksanakan aktivitas dengan damai, aman dan tentram.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat sekitarnya dengan apa yang kami kerjakan dengan niat yang tulus,” katanya.

Soal polemik kehadiran PT GKP, kata Bambang itu biasa terjadi dan bagian dari dinamika.

Dia memaknai tidak ada gading yang tak retak, tidak ada pula manusia yang sempurna.

Melalui kesempatan ini, mewakili PT GKP ia memohon maaf sebesar-besarnya jika kehadiran mereka sempat membuat tali persaudaraan masyarakat terpecah.

Dengan demikian melalui konsiliasi damai ini menjadi langkah awal perdamaian antara PT GKP dan masyarakat lingkar tambang.

“Mudah-mudahan melalui forum ini semua kita saling meyayangi, berjalan beriringan guna mencapai satu tujuan. Semoga ke depan hubungan emosional kita makin baik. Ketika kami salah maka tegurlah kami dengan cara yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan perdamaian ini, PT GKP dapat membawah Kabupaten Konkep menjadi daerah yang sejahtera dan bisa sejajar dengan daerah lainnya.

Sementara itu, Bupati Konkep, Amrullah mengapresiasi upaya PT GKP dalam melakukan rekonsiliasi kepada warga Roko-Roko Raya, yang selama ini ada riak-riak.

“Riak-riak ini sebenarnya tidak begitu signifikan, sehingga upaya PT GKP ini benar-benar saya apresiasi,” beber Amrullah.

Untuk itu, ia berharap kedepannya tujuan perdamaian ini membawa dampak positif dan tali silaturahmi antar masyarakat dan PT GKP terus berjalan dengan baik.

Tentunya capaian ini, bagi Bupati Konkep sesuatu yang dianggap sebagai modal awal pemerintah melakukan pendekatan pembangunan di tengah masyarakat.

Yang menjadi fokusnya, kini bagaimana mengawal secara bersama proses investasi PT GKP di Pulau Wawonii, sehingga benar-benar membawa dampak besar untuk kemaslahatan masyarakat.

“Mari kawal investasi PT GKP demi mewujudkan kabupaten sejahtera dan mandiri, yang tidak selalunya berharap dengan asupan dari pemerintah pusat,” tukasnya.

Sumber: Tenggara News
Penanaman pohon oleh GM Operasional dan Head of Site PT GKP

Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sudah menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan melakukan penanaman pohon di seputar ibukota Langara. Hal serupa juga dilakukan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yakni PT. Gema Kreasi Perdana (GKP). Ragam kegiatan dilakukan Manajemen GKP sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan hidup. GKP menyadari bergerak di bidang pertambangan bukan berarti mengabaikan lingkungan, justru memanfaatkan lingkungan sebagai sumber penghidupan yang dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Olehnya, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diperingati tiap tahun sebagai pengingat bahwa ada kepentingan yang terus dijaga, yakni kepentingan perusahaan, juga kepentingan masyarakat. GKP perusahaan swasta yang berkomitmen kuat memberikan kontribusi besar kepada negara serta menjaga lingkungan sekitar tambang.

“Lingkungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan usaha pertambangan. Tidak hanya persoalan lingkungan di wilayah tambang tetapi juga urusan lingkungan di sekitar tambang,” Head of Site, Basri Kambatu saat memberi sambutan.

Kegiatan peringatan itu dimulai dengan aksi bersih-bersih lingkar tambang, penanaman pohon di lingkar tambang, sekolah dan penanaman pohon di desa sekitar. Selain itu pihak GKP juga membagikan ting sampah di sekolah dasar serta memberikan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Pengelolaan lingkungan di wilayah Tambang, tambah Basri, dimulai sebelum kegiatan pertambangan dilaksanakan, saat kegiatan, maupun pasca tambang. Komitmen ini diperlihatkan dengan dana jaminan reklamasi yang disetor di awal, sebelum kegiatan pertambangan dilaksanakan.

Peringatan itu berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 19-21 Juni 2022. Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Site PT Gema Kreasi Perdana, GM Operasional Saman Tedja, Head of Site Basri Kambatu dan Kepala Teknik Tambang Aep Haeruddin.

Kegiatan diawali di kantor dan tempat tinggal karyawan, pada 17 Juni 2022,berupa bersih -bersih sampah di seluruh area tempat tinggal karyawan,pantai dan jetty. Selain karyawan GKP kontraktor dan masyarakat sekitar juga ikut terlibat dalam kegiatan ini.

GKP memiliki komitmen yang kuat terhadap aspek lingkungan. Manajemen baik di Jakarta maupun di site, akan selalu mendukung kegiatan yang bertalian dengan membangun kesadaran lingkungan di masyarakat, ” tambah Aep Haeruddin, Kepala Teknik Tambang.

Selanjutnya, perayaan Hari Lingkungan Hidup itu dilakukan di SDN 04 Wawonii Tenggara yang berlokasi di Desa Dompo-Dompo. Kegiatan berupa penyuluhan tentang kesadaran tentang sampah dan bahaya bagi lingkungan, pemilihan dan pengelompokkan sampah dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini melibatkan murid dan guru di lingkungan sekolah.

Perwakilan PT GKP, camat, dan guru di SDN 4 Wawonii Tenggara
Penyuluhan dampak, pemilihan, dan pengelompokkan sampah di SDN 4 Wawonii Tenggara

“Masalah lingkungan adalah masalah kita bersama. Kegiatan ini sangat positif, baik bagi siswa maupun bagi masyarakat,” kata Irsyan, Guru SMPN 04 Wawonii Tenggara, mewakili Kepala Sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap, kegiatan melahirkan kesadaran sejak dini bagi para siswa untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, ” Demikian disampaikan Camat Wawonii Tenggara yang diwakili Sekretaris Camat, Hadrawing.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 04 Wawonii Tenggara, Riska Wardani. Menurut dia, kegiatan ini sangat positif bagi para siswa dan ia berharap, bisa terus bersinergi untuk kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang.

Selain kegiatan penyuluhan dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Pada kegiatan yang sama perusahaan juga menyerahkan tempat sampah untuk ditempatkan di sekolah.

Kegiatan selanjutnya pada 21 Juni 2022,dilaksanakan di SMPN 04 Wawonii Tenggara di Desa Sainoa Indah. Setelah kegiatan penyuluhan dilanjutkan bersih-bersih pantai dengan melibatkan siswa, guru dan masyarakat Nambo Raya dan penanaman pohon di sekitar pantai Sainoa Indah.

Sumber: Karya Sultra
Tokoh masyarakat Roko-Roko Raya, Kabupaten Konkep, Abaruddin

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) baru saja menggelar rekonsiliasi damai bersama warga lingkar tambang Roko-Roko Raya, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) pada tanggal 13 April 2022.

Salah satu tokoh masyarakat Roko-Roko Raya, Abaruddin mengatakan menyambut baik upaya rekonsiliasi damai dengan warga yang berada di wilayah konsesi tambang PT GKP.

“Baiknya juga, pemerintah langsung turun ke lokasi menyampaikan ke warga mengenai duduk persoalan antar PT GKP dengan warga,” ujar dia.

Lebih lanjut, pria berkumis tebal ini bilang bahwa dirinya tidak menapikan jika PT GKP telah membawa dampak positif terhadap kepentingan masyarakat.

Sejak kedatangannya tiga tahun lalu, keberadaan PT GKP di Kabupaten Konkep khususnya di sekitaran wilayah Roko-Roko Raya, masyarakat sudah merasakan dampaknya.

Mulai dari lapangan pekerjaan di mana warga disana direkrut untuk bekerja di perusahaan, bantuan baik sembako maupun bantuan menyangkut kepentingan masyarakat.

“Mereka (PT GKP) sudah melakukan yang terbaik, hanya memang masih ada masyarakat yang tidak sepaham,” katanya.

Menyangkut sikap masyarakat yang sempat menolak kehadiran perusahaan anak Harita Group itu, saat ini kata Abaruddin masyarakat mulai memahami secara menyeluruh.

Namun penting saat ini, tambah dia, peran penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konkep dalam mengkonsolidasikan agar persatuan masyarakat kembali seperti semula.

Sehingga tidak ada lagi pengkotak-kotakan, antara yang mendukung dan menolak keberadaan perusahaan tambang nikel di Pulau Wawonii.

Prinsipnya, Abaruddin bilang masyarakat sedianya begitu mendukung dengan adanya investasi di daerahnya, asal kepentingan masyarakat tak diabaikan.

“Kami dari masyarakat mendorong penuh agar perusahaan segera beroperasi secepatnya,” tukasnya.

Sumber: DetikSultra
Wabup Konawe Kepulauan

Investasi PT Gema Kreasi Perdana di Kabupaten Konawe kepulauan dipercaya akan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan juga peningkatan ekonomi daerah.

Dampak dari investasi itu akan secara signifikan memacu perputaran ekonomi dan tentunya akan membawa devisa dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Konawe kepulauan ke depannya,” ujar wakil bupati Konkep dalam keterangannya.

Bahwa aktivitas PT GKP di Konawe Kepulauan telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan tahun 2021-2040 yang dikuatkan dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021.

Wabup juga menyebut PT GKP telah memiliki izin lengkap untuk menjalankan usaha dan rencana investasinya sesuai dengan Tata Ruang di Kabupaten Konawe Kepulauan.

“Investasi ini sudah lama ditunggu oleh masyarakat Konawe Kepulauan dan pastinya Investasi ini harus berjalan. Apalagi, realisasi investasi PT GKP tentunya akan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan juga peningkatan ekonomi daerah,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan terkait saling klaim kepemilikan tanah antar warga, dia menyatakan ini bukan masalah kriminalisasi atau penyerobotan lahan warga melainkan persoalan saling klaim biasa. Dan tentunya, tindakan terbaik adalah membuktikan kepemilikan atas tanah yang diklaim.

“Sah-sah saja bila ada warga yang terusik dan melaporkan kepada pihak yang berwajib. Negara kita negara hukum. Kita percayakan saja pada pihak Kepolisian yang menindaklanjuti laporan warga,” tandas politis partai Nasdem ini.

Sumber: TeropongSultra
Oputa Yi Koo

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengagendakan ajang sejarah dan pariwisata di Pulau Buton. Yakni tapak tilas Oputa Yi Koo, guna mengenang satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra Belli Harli Tombili di Kendari, mengatakan tapak tilas Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi yang memiliki gelar Oputa Yi Koo, diselenggarakan agar masyarakat dapat mengingat kembali jejak-jejak sejarah perjuangannya. Selama mempertahankan tanah Wolio untuk terhindar dari penindasan penjajah.

“Ini untuk me-refresh kembali jejak-jejak sejarah perjuangannya selama mempertahankan tanah Wolio. Rencananya ajang tersebut bakal digelar pada 22 sampai 28 Mei 2022 ke depan,” katanya, Selasa 10 Mei 2022.

Dia menyampaikan, dalam tapak tilas itu akan menelusuri jalannya sang pahlawan ketika dulu berperang sampai ke makamnya beliau di puncak gunung Sioantapina.

Kata dia, perjalanan ditargetkan selama dua hari dengan jarak kurang lebih sepanjang 28 kilometer yang bakal diikuti oleh 200 tim terdiri dari berbagai daerah.

“Targetnya penelusuran itu akan diikuti sekitar 200 tim dari berbagai daerah, jarak tempuh kurang lebih 28 kilometer dengan menargetkan perjalanan penelusuran selama dua hari,” ujar dia.

Ia menyebut, ajang itu nantinya akan menjadi kegiatan terbesar yang digelar Pemprov Sultra di Tahun 2022 ini dengan mengundang dari berbagai daerah serta empat menteri untuk ikut hadir, menyaksikan dan merasakan kegiatan tersebut nantinya.

Dia berharap, nantinya akan ada keterlibatan masyarakat agar bisa bersama-sama mendorong serta mempromosikan pariwisata di Sultra.

“Sehingga pariwisata di Sultra dikenali baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Belli. 

Sumber: SuaraSulsel.id

Tenaga Kerja Lokal

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) terkait rencana kegiatan usaha di Kabupaten Konkep, Sulawesi Tenggara.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua belah pihak di Swiss-Bel Hotel Kendari.

Salah satu komitmen PT GDP yang akan berinvestasi di Pulau Wawonii, Konkep adalah mereka akan mengutamakan untuk menyerap tenaga kerja lokal.

Hal ini sesuai dengan tujuan bersama PT GDP dan Pemkab Konkep untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus memulihkan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

“PT GKP akan mewujudkan komitmen investasi di Pulau Wawonii. Bahkan tidak sekadar melakukan kegiatan penambangan saja, ke depan kami akan melakukan investasi pembangunan smelter nikel. Hilirisasi mineral adalah amanat undang-undang,” kata Komisaris Utama PT GKP, Hendra Surya kepada awak media.

Hendra menjelaskan bahwa peningkatan kerja sama ini adalah tindak lanjut dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan Tahun 2021 – 2024.

Pada penandatanganan MoU ini, Pemkab Konawe diwakili oleh Bupati Konkep Amrullah, Ketua DPRD Konkep Ishak, Wakil Ketua I DPRD Konkep Imanudin, dan Wakil Ketua II DPRD Konkep Irwan.

Sementara itu, di pihak PT GKP, Komisaris Utama mereka Hendra Surya dan Direktur Utama, Wiryadi menandatangani nota kesepahaman tersebut.

Bupati Konkep, Amrullah menyampaikan rasa syukurnya setelah terbitnya peraturan daerah yang menjadi payung hukum dalam proses pembangunan di segala sektor di Konkep.

“Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai bagian dari NKRI harus punya sumbangsih untuk negara. Dan inilah sikap kami pada hari ini. Bersama eksekutif dan legislatif kami bersepakat, insyaallah kegiatan PT Gema Kreasi Perdana, ketika aspek legalitasnya sudah terpenuhi, bisa berjalan dengan baik,” kata Amrullah.

Lanjut Amrullah, dia berharap agar kerja sama dengan PT GKP bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia khususnya Sultra dan Kabupaten Konawe Kepulauan Tenaga Kerja Lokal

Untuk diketahui PT Gema Kreasi Perdana (GKP) adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan telah mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di Pulau Wawonii, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Meski saat ini kegiatan operasional pertambangan belum berjalan, namun sejak tahun 2017 PT GKP telah membangun sejumlah sarana dan prasarana serta menjalankan berbagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di lingkar tambang. Di antaranya pembangunan menara telekomunikasi, program Desa Terang, dan pemberdayaan UMKM.

Sumber: Kendariinfo

Objek wisata di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada momentum hari libur Tahun Baru 2022 ramai dikunjungi warga daerah itu meski masih dalam situasi pandemi.

Pantauan ANTARA, Minggu, suasana pantai Nirwana maupun objek wisata permandian Kelapa Gading dalam dua hari awal tahun ini (1-2/1) cukup padat dikunjungi wisatawan dari berbagai kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Destinasi wisata Pantai Nirwana yang terletak Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, pada Minggu (2/1) nampak meriah. Arus pengunjung sejak pagi hingga menjelang siang hari ramai.

Antusiasme warga seakan tak mau ketinggalan ingin menikmati suasana air laut yang jernih dipadu dengan pasir putih yang indah pada momentum libur tahun baru ini.

Pantai Nirwana yang jaraknya kurang lebih 7km dari pusat kota itu merupakan salah satu objek destinasi wisata andalan yang dimiliki daerah itu.

Setiap tahun, saat momentum hari libur tahun baru maupun libur hari-hari besar lainnya jumlah warga yang hadir memang cukup banyak, baik yang datang perorangan maupun secara berkelompok.

Mereka tidak  sekadar menikmati keindahan pantai, tetapi sebagian besar juga memanfaatkan momentum itu dengan mengabadikan gambar menggunakan smartphone.

Selain itu, ada pula yang memanfaatkannya sebagai kegiatan terapi yang konon katanya untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti stroke dan asma atau gangguan saluran pernapasan dengan berendam dalam air laut itu.

Di samping itu, dari bibir pantai Nirwana, pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan alam pulau terdekat seperti Pulau Kadatua, Pulau Ular, dan Pulau Siompu, serta aktifitas perahu nelayan rakyat yang mondar-mandir di seputar pantai tersebut.

Di kawasan pantai Baubau tersebut juga para pengunjung dapat menikmati sejumlah hidangan kuliner lokal seperti makanan jagung rebus dan minuman buah kelapa muda.

Tidak hanya itu, di lokasi tersebut juga, selain warga setempat menyediakan gazebo-gazebo atau tempat istirahat sewaan bagi pengunjung sebesar Rp30 hingga Rp50 ribu per unit, juga terdapat alat pelampung berenang dari ban mobil sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah, serta sampan kecil sebesar Rp30 ribu.

Salah seorang warga Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Maharani mengatakan, dirinya bersama keluarga memilih berekreasi pada hari libur tahun baru di pantai Nirwana karena selain suasananya ramai juga cukup memanjakan mata.

“Tidak hanya tahun baru ini, biasanya hari libur lainnya juga kita biasa ke sini,” ujar perempuan yang masih duduk di bangku SMA ini.

Begitu pula dengan objek wisata pemandian Kelapa Gading yang berada di Kelurahan Ngkari-ngkaring Kecamatan Bungi, pada momen libur tahun baru ini sangat ramai dikunjungi.

Objek wisata pemandian buatan yang menyediakan beberapa kolam dan wahana lainnya sangat memanjakan pengunjung. Situasinya, selain dapat menyaksikan hamparan sawah padi dari sekitar lokasi, suasananya juga terbilang cukup indah.

Sumber: antarasultra

Smelter PT GKP

Rencana pembangunan smelter PT GKP (Gema Kreasi Perdana Perdana) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), dinilai dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) Ahmad Zainul.

“Komitmen Pembangunan Smelter Nikel oleh PT GKP dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konkep sebagaimana amanat undang undang untuk mendorong upaya hilirisasi dunia pertambangan. Ini dapat membawa Konkep menjadi sentrum pembangunan ekonomi nasional khususnya Indonesia Timur,” ujar Ahmad Zainul.

Ahmad Zainul menilai, pertumbuhan ekonomi Konkep baru tertopang oleh konsumsi atau belanja pemerintah daerah (pemda), ketimbang investasi maupun pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pemda perlu membangun kerja sama yang kuat dengan Direksi PT GKP dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat daerahnya, khususnya pembangunan smelter ini.

“Konkep sebagai kabupaten dengan wilayah paling strategis sebagai jalur pertambangan dapat berkembang pesat. Nantinya bisa menjadi sentrum perekonomian yang tentunya bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Wawonii, dan Sultra secara umum,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Ahmad Zainul, dibutuhkan peran-peran krusial pemuda dan mahasiswa khususnya mahasiswa Konkep, melahirkan ide dan gagasan gemilang.

“Sebagai sosial kontrol, peran mahasiswa dibutuhkan untuk kedepannya komitmen serta bekerja sama dengan pemda dan PT GKP, sehingga mewujudkan perkembangan daerah ini lewat kerja sama yang telah dibangun,” pungkasnya.

Sumber: Berita Kota Kendari