Pemerintah akan menata pelabuhan di kendari

Pemerintah – pelabuhan kendari. Menanggapi Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Letkol Marinir Benyamin Ginting mengatakan perlu perbaikan sistem dari hulu ke hilir di pelabuhan Kendari.

“Ada proses ketika penumpang naik di atas kapal, mulai dari penjualan tiket sampai ketika penumpang sudah berada di atas kapal, itu semua sudah ada yang bertanggung jawab dan mempunyai wewenangnya masing-masing,” kata Benyamin Selasa, 14 Januari 2020 di Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Saya rasa, perbaikan dimulai dari penjualan tiket sampai pada operator, nahkoda dan kru di atas kapal, jika penumpang sudah cukup jangan di tambah lagi, akhirnya penumpang pun tidak nyaman berada di atas kapal,” lanjutnya.

Sejauh ini, pihak KSOP sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab di pelabuhan, salah satunya dengan mencantumkan stempel pada tiket resmi untuk menghindari beredarnya tiket-tiket palsu.

Kendala lain yang di alami pelabuhan ialah penyediaan sarana dan prasarana yang belum memadai, pelabuhan masih di akomodir oleh Pelindo.

“Kita hanya bisa mendorong pelindo, agar pelabuhan seperti bau-bau, supaya bisa tertib, kita targetkan dalam waktu satu minggu kedepan, kita akan laksanakan penertiban dari hulu ke hilir,” tutupnya.

Unjuk rasa di kendari

Demonstrasi Kendari, Sulawesi Tenggara berakhir ricuh dan mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Randi (21) tewas. Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo itu meninggal usai mendapat luka di dada sebelah kanan saat kericuhan pecah di sekitar Gedung DPRD Sultra. Randi meninggal pukul 16.18 WITA usai menjalani perawatan selama lima menit di Rumah Sakit TNI AD dr Ismoyo.  Saat ini jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Kami belum bisa pastikan apakah penyebab kematiannya terkena peluru tajam atau peluru karet,” kata Danrem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto di Kendari, Kamis (26/9).

Demonstrasi Kendari ini memakan korban Selain Randi, ada tiga mahasiswa lain yang mengalami luka akibat kekerasan. Bahkan satu korban saat ini terluka parah dan dirujuk Rumah Sakit Bahteramas. Sedangkan dua orang lainnya masih di rawat di RS Korem.

Ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa itu sebagai bentuk penyuaraan pandangan mereka terkait Rancangan Undang-undang (RUU) yang dibahas DPR RI.

Awalnya, seperti diberitakan Antara, massa berada di depan kantor DPRD Sultra melakukan aksi orasi. Tuntutan tersebut di antaranya, yakni pencabutan UU KPK, menolak RUU KUHP dan menolak RUU Pertanahan.

Massa melemparkan batu dan kayu ke arah gedung DPRD. Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh dan Wakil Ketua DPRD Sultra Nur Salam Lada sempat menemui massa dengan naik ke mobil trailer dan turut berorasi di depan gerbang Kantor DPRD Sultra.

Namun, massa menuntut untuk masuk ke dalam Kantor DPRD Sultra untuk hearing bersama anggota DPRD.

Melihat kondisi tidak memungkinkan dengan massa aksi yang memaksa masuk, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sultra kembali masuk ke gedung.

Kericuhan pun tak terhindarkan saat terjadi saling dorong pagar kantor DPRD antara massa dan pihak keamanan. Kemudian massa melempari barisan polisi yang berada di halaman kantor DPRD dengan kayu dan batu.

Lemparan dari massa dibalas dengan semburan air dari water canon dan tembakan gas air mata oleh polisi yang akhirnya berhasil memecah belah massa.

PT GKP siap menjawab pernyataan KMS

PT GKP Membantah Pernyataan KMS. Direktur Operasional PT Gema Kreasi Perdana (PT GKP), Bambang Murtiyoso, membantah seluruh pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) bela Wawonii.

Bambang menyebut, pernyataan tersebut tidak benar dan diminta agar dibuktikan secara hukum.

“Tidak benar sama sekali, dan tidak berdasar. Silahkan dibuktikan secara hukum,” jelas Bambang, Selasa (27/8/2019).

PT GKP ini Membantah melalui Bambang mengatakan, siap bertemu dengan seluruh organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil bela Wawonii untuk membuka data perusahaan.

Saya sampaikan, kepada orang orang itu, kalau mau ketemu saya, pintu terbuka. Saya jelaskan dan bedah satu persatu mengenai izin perusahaan kami,” katanya

Bambang menganggap, perusahaannya tak menutupi apapun dan telah terbuka menyampaikan seluruh izin perusahaan.

“Kalau begini kami menganggap tidak ada hal saya sembunyikan dan transparan. Kami sangat terbuka, karena kami memiliki izin yang lengkap,” punhkasnya.

PT GKP mempunyai izin surat pertambangan yang lengkap

 Tim Direktorat jenderal penegakan Hukum kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (GAKKUM) yang melakukan pemeriksaan atas aduan masyarakat terhadap PT Gema Kreasi Perdana (GKP) tak menemukan adanya potensi pelanggaran yang di lakukan oleh perusahaan tersebut

Dari informasi yang diterima awak media ini, perusahaan PT Gema Kreasi Perdana belum sama sekali beroprasi sehingga belum ada potensi pencemaran atau perusakan lingkungan seperti yang diadukan

Hal ini Berdasarkan pemeriksaan terhadap materi aduan atas kegiatan penambangan nikel PT Gema Kreasi Perdana yang di lakukan oleh tim penegakan hukum kementerian lingkungan hidup dan kehutanan

Adapun Kegiatan eksisting yang sudah dilakukan oleh perusahaan yaitu baru tahap konstruksi berupa pembangunan jalan hauling, terminal khusus. stockpile, bangunan sarana pendukung di area terminal khusus berupa kantor. mess karyawan, gudang limbah B3 laundry, tangki timbun bahan baker, Tower Base Transceiver Station (BTS), Laboratorium, klinik, workshop, kantin. mushola dan gudang.

Dan Berdasarkan Ground Check titik kordinat 42,43” BT 123° 6′ 33,69 , lahan yang di klaim oleh warga atas dugaan penyerobotan, ternyata masih tepat berada didalam Izin Koridor dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan milik PT Gema Kreasi perdana.

Menyikapi hasil Berita Acara tim (Gakkum), selaku Direktur Operasional PT Gema Kreasi Perdana Bambang Murtiyoso mengatakan hasil pengawasan dan verifiaksi yang di laksanakan oleh tim (Gakkum) merupakan fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi, karena tim Gakkum yang datang tentunya adalah orang yang ahli dibidangnya.

“Bahwa dengan tidak ditemukannya potensi pencemaran dan perusakan lingkungan adalah bukti komitmen perusahaan akan pola Good Minning Practice yang diterapkan sejak dini untuk menjadikan GKP sebagai tambang yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab” tandas dia. 

Dan berdasarkan keterangan perusahaan, terdapat 2 (dua) Iahan yang diklaim oleh Sdr. Wa Ana dan Sdr. Labaa yang berada di dalam IPPKH dan izin koridor PT Gama Kreasl Perdana.

Sementara itu, pada saat dilakukan pemeriksaan lapangan oleh tim Gakkum terdapat jalan hauling tambang PT Gema Kreasi Perdana yang ditutup oleh warga dengan menggunakan kayu sejak 24 agustus 2019 lalu dengan koordinat LS 4° 14’ 42,43” BT 123° 6’ 33,69

PT GKP memberikan Program Desa Terang kepada warga

Meski belum melakukan eksplorasi, namun PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat lingkar tambang melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR), salah satunya melalui program “Desa Terang”.

Desa Terang” yang digagas PT. GKP ini dinilai sangat membantu masyarakat lingkar tambang, untuk mendapatkan penerangan maksimal. Hal itu diungkapkan sejumlah masyarakat di tujuh desa, yang kini menikmati fasilitas penerangan tersebut.

Untuk “Desa terang” program ini merupakan salah satu program unggulan PT Gema sebab di harapkan nantinya dapat memicu pertumbuhan ekonomi warga desa lingkar tambang. Pasokan listriknya di tunjang oleh dua mesin genzet yang berkafasitas 100 KVA serta 300 KVA dimana Mesin genzet kavasitas 100 KVA melayani desa nambo jaya dan sainoa indah dengan suplai bahan bakar dikisaran70 liter per 12 jam

Sementara mesin genzet lainya kavasitas 300 KVA yang di jaga enam oprator ini melayani 5 desa yakni Desa Teporoko, Bahana, Desa Roko-roko, Desa Dompo-dompo Jaya, serta desa Sukarela jaya dengan penggunaan bahan bakar 200 liter per 12 jam di mulai pukul 18:00 hingga pukul 6 pagi.

Samiun (53), tokoh masyarakat Desa Nambo Jaya mengungkapkan, sebelum PT. GKP memberikan bantuan penerangan tersebut, warga desa setempat menikmati penerangan dari listrik desa, yang merupakan bantuan dari mantan pelaksana tugas (Plt) Bupati Konkep, Nur Sinapoy.

“Saat pak Nur Sinapoy maju di Pilkada Konkep waktu itu, beliau memberikan kami bantuan berupa mesin genset. Itupun hanya menyala dari pukul 16.00 sampai 22.00 Wita. Sekarang, berkat bantuan PT. GKP, penerangan kami sudah menyala dari pukul 16.00 sampai 06.00 Wita,” jelas Samiun.

Selain itu, lanjutnya, pada masa listrik desa bantuan mantan Plt. Bupati Konkep digunakan, warga hanya bisa menggunakan lampu dan menonton TV, sedangkan beban listrik alat elektronik lainnya tak mampu.

“Kalau sekarang, Alhamdulilah kami sudah bisa menonton program TV favorit. Apalagi, kalau Fildan yang sedang menyanyi. Begitu pula kulkas dan alat elektronik lainnya juga sudah bisa kami beli, karena bisa digunakan dengan adanya genset bantuan dari PT. GKP,” kata Samiun.

Dirinya berharap, seiring dengan kehadiran PT. GKP dengan dinamika yang ada di masyarakat, kapasitas mesinnya bisa ditambah lagi sehingga operasionalnya meningkat menjadi 24 jam.

“Yah, jika listrik PLN belum juga mengaliri desa kami ini, kami berharap PT. GKP bisa meningkatkan kapasitas mesinnya, sehingga bisa menyala siang malam. Saya rasa, perusahaan ini sudah banyak memberikan manfaat kepada warga, maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolak kehadirannya, harus kita dukung terus eksistensi perusahaan ini,” ujarnya

Selain desa terang, begitu banyak program CSR perusahaan yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga lingkar tambang. pembangunan 2 tower base tranciever station (BTS) untuk kebutuhan internet pelatihan kursus komputer geratis yang saat ini telah melahirkan ratusan orang alumninya serta lain sebagainya

Wargapun mengapresiasi atas program “Desa terang” yang di gagas oleh PT GKP ini

Diketahui sebelumnya masyarakat hanya bisa menikmati pasokan listrik selama 4 jam lamanya namun dengan hadirnya PT Gema Kreasi perdana, saat ini mereka bisa merasakan pasokan listrik geratis hingga 12 jam lamanya

Tidak hanya sampai disitu anak perusahaan Harita Grub ini juga telah beberapa kali melakukan kegiatan sosial seperti penyuluhan kesehatan tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut bagi anak SD yang melibatkan puskesmas setempat serta kegiatan kegiatan sosial lainya yang bersentuhan langsung dengan warga masyarakat di sana